Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

KATA.

KATA. Kau pelipur lara disaat raga hampa kau hadir menyapa bagaimana disana, baik-baik saja? Percakapan singkat kau memberi isyarat dengan ucapan hangat. Mau melekat? Ku tunggu kesempatan kata singkat? Unika, 14 September.

PEREMPUAN

PEREMPUAN Disela bayang-bayang sosok pejuang  t ulus banting tulang pantang pulang sebelum tumbang perempuan yang tak lelah berjuang Perempuan gagah berani berjerih payah tanpa henti api mencari rezeki kerap tak takut mati Perempuan sosok kalbu jalani hidup tanpa malu melihat anakmu senyum selalu kebahagiaan nampak dari ibu. 13 September 2022.

ENU BERTEDUH

ENU BERTEDUH. Selalu demam kalah hujan Dalam lukamu aku menemukan Tampak bayangan-bayangan Inginku membalut hujan Dalam tetes-tetes kenangan Ada. Sedikit tangis Sedang meringis Enu sungguh manis. Ruteng, 2022.

MULUT PENGECUT

“MULUT PENGECUT” Memang Pengecut Belaka atribut wajah kusut Hutang berbuntut-buntut Lekas bangkrut Bermulut besar muka keriput Jantung kukuh berdenyut-denyut Serta bersungut-sungut Mulut biasa namun berbisa Kerjanya bakal orang binasa Suka mengada-ada berita kasat mata Dengan kata-kata yang padahal tiada Lidah tak bertulang Bebas berbilang-bilang Lebih tajam dari pedang Bisa menyebabkan perang Sira sudah dewasa Memanfaatkan situasi kasat mata Dengan tipu dayanya Membinasa masyarakat biasa Dasar ular berbisa Kerjanya hanya memanfaatkan masyarakat jelata Biadab, memang bangsat. September, 2022.

PEREMPUAN DAN HUJAN

PEREMPUAN DAN HUJAN Kemolekannya begitu sempurna bibir ayu dengan awak menawan sebuah kesan yang mendalam Hujan lebat mengguyur tubuhku ku tatap cakrawala yang semendung kalbu dalam nyanyian sunyi bersenandung rindu saat jauh terbelenggu antara jarak dan waktu hanya serpihan anggan dan merindukanmu ialah hal sederhana yang mahir kulakukan. Ruteng, 04 September 2022.