Langsung ke konten utama

Postingan

HUJAN DAN KOPI

Oleh: Rivin Dangkar HUJAN DAN KOPI Pagi ini Aku duduk sendiri Berteman sepi Berkawan sunyi Tak ada kekasih yang menanti Tak ada kawan yang temani Dingin angin pagi ini merobek sendi Ku coba melawan dgn secangkir kopi Tanpa ditemani kawan atau kekasih ku sesali hidup ini sendiri Tapi, semuanya percuma Karena hujan terus datang  Membawahi luka, duka, bahaya Bahkan kenangan. Sehingga kopiku tak hangat lagi Karena kehangatannya dibawah angin pagi ini. Cekalikang 10 Desember 2020.

SUKA-SUKA SAYA

Oleh: Rivin Dangkar SUKA-SUKA SAYA Anda bukan ayah saya Anda bukan ibu saya Anda bukan keluarga saya Bahkan anda bukan Tuhan saya ____________________________ Saya hidup bukan untuk anda Anda hidup bukan untuk saya Anda bukan siapa-siapa saya Jadi anda jangan urusin hidup saya _______________________ Saya hidup begini saja Itu bukan urusan anda  Tapi itu urusan saya Karena anda bukan saya Saya bukan anda ___________________________________ Jadi, suka-suka saya hidup di dunia Intinya, anda jangan urusin hidup saya. Cekalikang 25 November 2020.

Cinta yang hilang part2|puisi

Oleh :Rivin Dangkar CINTA YANG HILANG 2 Aku tak tau lagi Kemana aku harus pergi Mencari kamu yang sekian lama pergi, Pergi dari kehidupan ini dan  Menghilang begitu saja dari bumi. Aku tak tau lagi sampe kapan aku terus begini Susah, sedih aku lalui sendiri Tampa kamu temani aku di tempat ini Yang ada, hanya secangkir kopi pahit disini Temani aku setiap hari. Ah, Aku ta mengerti lagi  Harus pake kata apa, bahasa apa, dan  perasaan apa tuk kamu jatuh hati Supaya kamu menjadi kekasihku lagi. Ohh, Cinta yang hilang! Semoga kamu hadir disini,  di tempat ini lagi temani aku same mati dan  Akan ku buat secangkir kopi lagi Supaya aku dan kamu bersama" lagi setia hari. Cekalikang 23 November 2020.

Ungkapan Hati|Puisi

                 " Ungkapan Hati " Aku tak tau lagi kemana aku harus pergi  mencari sang pujaan hati, yang sekian sudah lama aku nanti-nanti. Bagimana caranya aku mendapatkan kamu pujaan hati ciptaan Tuhan yang aku nanti setiap hari dan mempunyai cantik paras manis aduhai. Aku benar-benar tak mengerti harus pake kata-kata apalagi supaya kamu jatuh hati kepada aku,  Wahai pujaan hati yang aku puja setiap harinya. Disore hari ini aku duduk sendiri Di temani sepi dan secangkir kopi Sambil meredup kopiku aku terus membayangkan wajah manismu Wajah yang cantik paras manismu itu Ah sudahlah Tak tiba, berati tak ada. Seperti Rindu. Cekalikang 19 november 2020.

CINTA YANG HILANG

Oleh: Rivin Dangkar CINTA YANG HILANG Kamu yang telah tiada Apak kabar kamu disana Aku di sini sendiri,  Menjalani hari-hari di bumi Tampa kamu wahai sang pujaan hati . Suka duka aku lalui sendiri  tanpa kamu disini Tak ada kawan yang temani Yang ada hanya lawan yang memperkelai  Mencari jati diri dgn bela diri. Ah, aku baru sadar diri Ternyata jika tak ada kamu Hidupku seperti debu Tumbuh terkekang Melakukan sesuatu dengan srndiri Tanpa ada kamu yang  menemani Aku yang malang ini. Cekalikang,14 november 2020~

" Hidupku, Hidupmu."

Oleh: Rivin Dangkar "Hidupku Hidupmu" ___________________ Hidupku, hidupmu,  Hidup kita bersama Susah duka, sedih luka Semunya kita lalui bersama ____________________ Ada rokok kita isap Ada kopi kita ngopi Ada sopi kita sloki Ada uang kita nikmati _______________________________ Selagi kita masih hidup dibumi Sebelum ajal menanti Teruslah nikmati hidup dibumi Dengan sesuka hati _________________________ Hilangkan semua gengsi  Biarkan hidup serba pasti Tampa ada perasaan sakit hati Jalanilah hidupmu dengan belas kasih ____________________________ Bersyukurlah kepada Tuhan Berdoalah kepada dia Karena dia kita bahagia Menjalani hidup yang penuh makna. ____________________________________ Cekalikang, 11 November 2020.

PUISI || PANTI ASUHAN

Oleh: Rivin Dangkar PANTI ASUHAN Di perumahan, Penuh penampungan Ada banyak anak-anak  Diterlantarakan dijalanan Di buang ke pantiasuhan Meski Tidak ada orang tua Mereka sama-sama berbagi rasa,  Menerima kenyataan yang ada Tanpa rasa gunda, mereka bahagia Meski mereka di penampungan Suasana penuh kekeluargaan  Tumbuh rasa kepedulian Itulah panti asuhan. Saat malam tiba mereka bercerita, Bercerita tentang Ayah Bunda Yang sejak kecil tak pernah berjumpa Rindu hangatnya pelukan Seorang ibu penuh kasih sayang Sebuah angan yang masih menjadi impian Itulah panti asuhan. Cekalikang, 09 November 2020.