Langsung ke konten utama

Postingan

PUISI || AKU, KAMU, DAN HUJAN.

AKU, KAMU, DAN HUJAN. Aku.. Aku mengenalmu tanpa sengaja dan mencintaimu secara tiba-tiba. Hingga aku terjatuh tanpa raga, karena kecantikanmu yang begitu sempurna. Aku, seperti menginjak bumi pertama kali saat melihat parasmu Rambut yang indah, Mata yang mempesona, Bibir yang manis, Sebuah kesan yang menggoda darimu. Kamu.. Kamu menerimaku apa adanya dan Mencintaiku dengan sederhana. Dengan perasaan cinta yang sebenarnya Kamu dan aku hidup bahagia bersama. Hujan.. Rintikan hujan membasahi bajuku Ku tatap langit yang semendung kalbu Suda sekian lama kita terpatri dalam nyanyian sunyi bersenandung rindu Saat jauh terbelenggu antara jarak dan waktu Hanya serpihan anggan dan merindukanmu ialah hal sederhana yang bisa kulakukan. Ruteng, 11 Oktober 2021.

MALAM YANG SEPI

Oleh :Rivin Dangkar "Malam yang sepi" Indahnya rembulan menerangi malam ini Tak mampu menghibur hati yang sunyi Terjebak dalam sebuah imajinasi Terkurung oleh nikmatnya ekspektasi Meskipun terus bermimpi untuk kudapati Menilai dengan penuh sadar diri Walau bumi tak merestui Akukan terus berlari Sampai Napas ini mengerti Cekalikang 11/01/2021.

SECANGKIR KOPI DAN SEBATANG ROKOK|PUISI

Oleh :Rivin Dangkar SECANGKIR KOPI DAN SEBATANG ROKOK Secangkir kopi  Sebagai pecandu Di saat aku mengenang masa lalu Di saat aku duka karena luka Di saat aku sedi karena sendiri Kau hadir membawah sejuta inspirasi Hidupku terasa santai Sebantang rokok   Di saat kawan tak menemani Di saat pujaan hati tak menanti  Kau sebagai teman sejati Kau cocok di nikmati Hidupku terasa happy. Hitam pekat Penuh manfaat Hilangkan luka, hadirkan inspirasi Ahh, Kopi hitam memang mantap Sebatang rokok mematikan Tapi, tetap saja diisap Ahh, Rokok memang nikmat. Mari bersulang dan nikmati Demi persahabatan yang sejati Ahh..... Kopi memang mantap Rokok tetap nikmat...... Cekalikang 11/01/2021.

LDR || PUISI

oleh: Rivin Dangkar CINTA JARAK JAUH Wahai cinta jarak jauh Malam berbisik tanpa kamu  Yang tak mampu menahan rindu Andai kata cinta tak sejauh itu Mungkin aku dan kamu bersama selalu Namun hanya sabar tuk menunggu Bersabar menanti tepat jalannya sebuah waktu Semoga kelak kita bersatu Bersama selalu hingga ke penghulu Bukan jarak yg menjadi penentu  Namun tentang hati yang saling menjaga utuh Bukan pula tentang komunikasi saja yg menjadi penghubung Namun penantian kata sah yang menjadi saksi di depan orang tuamu. Sekian! Ruteng 10/01/2021.

HUJAN DAN KOPI

Oleh: Rivin Dangkar HUJAN DAN KOPI Pagi ini Aku duduk sendiri Berteman sepi Berkawan sunyi Tak ada kekasih yang menanti Tak ada kawan yang temani Dingin angin pagi ini merobek sendi Ku coba melawan dgn secangkir kopi Tanpa ditemani kawan atau kekasih ku sesali hidup ini sendiri Tapi, semuanya percuma Karena hujan terus datang  Membawahi luka, duka, bahaya Bahkan kenangan. Sehingga kopiku tak hangat lagi Karena kehangatannya dibawah angin pagi ini. Cekalikang 10 Desember 2020.

SUKA-SUKA SAYA

Oleh: Rivin Dangkar SUKA-SUKA SAYA Anda bukan ayah saya Anda bukan ibu saya Anda bukan keluarga saya Bahkan anda bukan Tuhan saya ____________________________ Saya hidup bukan untuk anda Anda hidup bukan untuk saya Anda bukan siapa-siapa saya Jadi anda jangan urusin hidup saya _______________________ Saya hidup begini saja Itu bukan urusan anda  Tapi itu urusan saya Karena anda bukan saya Saya bukan anda ___________________________________ Jadi, suka-suka saya hidup di dunia Intinya, anda jangan urusin hidup saya. Cekalikang 25 November 2020.

Cinta yang hilang part2|puisi

Oleh :Rivin Dangkar CINTA YANG HILANG 2 Aku tak tau lagi Kemana aku harus pergi Mencari kamu yang sekian lama pergi, Pergi dari kehidupan ini dan  Menghilang begitu saja dari bumi. Aku tak tau lagi sampe kapan aku terus begini Susah, sedih aku lalui sendiri Tampa kamu temani aku di tempat ini Yang ada, hanya secangkir kopi pahit disini Temani aku setiap hari. Ah, Aku ta mengerti lagi  Harus pake kata apa, bahasa apa, dan  perasaan apa tuk kamu jatuh hati Supaya kamu menjadi kekasihku lagi. Ohh, Cinta yang hilang! Semoga kamu hadir disini,  di tempat ini lagi temani aku same mati dan  Akan ku buat secangkir kopi lagi Supaya aku dan kamu bersama" lagi setia hari. Cekalikang 23 November 2020.