Langsung ke konten utama

CERPEN || SURAT PERJANJIAN


Oleh: Antonius Rivin Dangkar



SURAT PERJANJIAN


Waktu itu hujan rintik-rintik. Kobus berteduh di teras rumahnya, sembari menikmati secangkir kopi pahit Colol. Setiap hari Kobus jalani hari bersama dengan kedua sahabatnya yaitu Tinus dan Tina. Mereka bertiga adalah sahabat sejak kecil.

Suatu hari saat berteduh di bawah pohon Cemara, entah ada angin apa Tinus yang lugu tiba-tiba memiliki suatu ide yang bagus dan cukup realistis. Dia mengusulkan agar mereka bertiga menulis surat perjanjian persahabatan dan kemudian di sobeklah kertas buku punya Kobus oleh Tinus, setelah selesai menulis surat perjanjian tersebut kertas di masukan ke sebuah botol kaca yang bertuliskan sopi kobok, kemudian botol kobok tersebut dikubur dibawah pohon Cemara yang nantinya surat tersebut akan mereka buka saat mereka menerima hasil ujian kelulusan.

Hari yang mereka bertiga tunggu-tunggu akhirnya tiba, Kobus, Tinus dan Tina menerima hasil ujian. Syukurlah karena berkat ketekunan dan kerja keras mereka bertiga lulus semua. Kobus, Tinus dan Tina serentak berlari kemudian langsung pergi ke pohon yang pernah mereka datangi dan menggali tepat di mana botol yang dahulu dikubur berada.
Kemudian, Kobus membuka botol kobok tersebut dan membaca tulisan yang dulu pernah mereka tulis. Dikertas tersebut bertuliskan “Ami janji kut kae’ng cama-cama nang tedeng len” (Kami berjanji akan selalu bersama-sama untuk selamanya).

Keesokan harinya, Tina berencana untuk merayakan kelulusan mereka bertiga. Sorenya mereka bertiga pergi bersama ke suatu tempat dan di situlah ada kejadian yang tidak bisa Kobus lupakan, Kobus kaget karena Tinus berencana untuk menyatakan perasannya kepada Tina. Ahirnya Tinus dan Anus berpacaran sedangkan Kobus bercumbu dengan rindu yang tak kunjung sembuh. Malam itu sungguh malam buruk untuk Kobus yang seorang diri dan malam yang istimewa untuk Tinus dan Tina. Setelah sekian lama berbaur dengan alam akhirnya mereka pun bergegas untuk pulang.

Ketika perjalanan pulang, entah mengapa perasaan Kobus tidak enak.
“Perasaanku tidak enak banget ya?” Ucap Kobus penuh takut.
“Sudahlah Kobus, santai aja, kita tidak bakalan kenapa-kenapa” Jawab Tinus dengan santai.
Tidak lama setelah itu, hal yang dikhawatirkan Kobus terjadi begitu cepat.

“Tinus awasss, Di depan ada jurang” Teriak Kobus.
“Aaaaaa!!!!”
Brukk. Oto yang mereka kendarai masuk ke dalam jurang. Kobus tak kuasa menahan rasa sakit melihat darah yang terus mengalir sampai Kobus tidak sadarkan diri.
Perlahan Kobus buka matanya sedikit demi sedikit dan Kobus melihat Ayah dan Ibuku berada di sampingnya.
“Kobus. kamu sudah sadar?” Tanya Ayahku.
“Ayah. aku di mana? Di mana Tinus, dan Tina?” tanyaku.
“Kamu di rumah sakit Nak, kamu yang kuat, Tinus dan Tina tidak tertolong di lokasi kecelakaan” Jawab Ayah sambil menitikkan air mata.

Kobus terdiam membisu mendengar ucapan Ayah dan air matanya menetes, tangisannya tiada henti mendengar pernyataan Ayahnya.
“Tinus, Tina mengapa kalian tinggalkan aku sendiri, aku akan kesepian. Padahal kita sudah berjanji untuk bersama selamanya, tegah sekali kalian, aku sayang kalian, tapi kalian meninggalkan aku begitu cepat, semua pergi ninggalin aku.” Teriak Kobus sambil mengusap air matanya.
Dan, lima hari pun berlalu. Kobus pun berkunjung ke makam mereka, Kobus berharap mereka bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua. Tetapi sekarang semua itu hanya angan-angan. Kobus berjanji akan selalu mengenang kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Narasi || Kita Membutuhkan Lebih Banyak Waktu, Tetapi Waktu Tidak Dapat Dipinjam.

Narasi ||  Kita Membutuhkan Lebih Banyak Waktu, Tetapi Waktu Tidak Dapat Dipinjam. Sabtu, 25 Maret 2023. Penarikan Magang 1 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kegiatan penarikan tersebut dilaksanakan secara resmi oleh Dosen Pembimbing Magang (DPM), Bapak Bernardus Tube, M.Pd. Singkat cerita, setelah dua minggu belajar banyak hal bersama para guru dan siswa-siswi di SMA 1 Poco Ranaka, kami dibekali ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat untuk masa depan kami. Hari ini adalah hari terakhir kami bersama keluarga besar SMAN 1 Poco Ranaka. Waktu terlalu singkat bagi kami yang terlanjur terpikat oleh senyum SMANSAPORA yang terpancar dengan segala keindahan dan kenyamanannya yang memanjakan mata bagi yang melihat. Kami sudah menganggapnya sebagai rumah sendiri, tempat berteduh berlomba mencari ilmu, belajar mencari pengalaman dan membangun relasi dengan teman baru. Terimakasih kepad...

Narasi || SMAN 1 POCO RANAKA KEREN

Narasi   ||  SMAN 1  POCO RANAKA KEREN Selasa, 14 Maret 2023. Kami sebagai mahasiswa Magang 1 di berikan kepercayaan oleh guru piket agar masuk di setiap kelas untuk mendata nama – nama siswa/i yang tidak hadir. Di sela – sela kegiatan kami berkesempatan untuk perkenalan diri serta menjelaskan tujuan kedatangan kami disekolah tersebut. Tidak lupa juga kami menanyakan hobi dari setiap siswa/i tersebut. Puji Tuhan ternyata banyak siswa/i yang mempunyai bakat dan mereka siap untuk tampil di depan teman - temannya.  Tujuan dari kegiatan tersebut dilakukan adalah agar siswa mengenali dirinya sendiri. Terkadang masih banyak siswa sekolah menengah yang bahkan tidak tahu tentang bakat yang mereka miliki. Maka dari itu dengan adanya tes pengembangan bakat siswa ini sangat penting dilaksanakan agar siswa paham akan hobi dan hal yang bisa membuat mereka tertarik. Karena semua manusia terlahir dengan bakatnya masing-masing. Oleh karena itu kami berusaha m...

Film Dokumenter, Mengenal Tarian Caci Budaya Masyarakat Manggarai, Flores, NTT.

Dengungan gong dan gendang menandakan dimulainya permainan caci. Tubuh para penari menggeliat mengikuti pola suara gong dan gendang yang ditabuh oleh para ibu-ibu di podium. Meski matahari terus terik, namun penonton semakin memadati lapangan Cekalikang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur. Mata penonton menjadi pusat perhatian para pemain caci. Saputangan terus berputar di atas kepala sementara gerakan pinggul dan sentakan kaki membuat lokasi semakin mencekik. Untuk mengenal Tari Caci lebih dalam, saya akan menjelaskan secara detail mulai dari Pengertian, Aturan, Busana, dan Fungsi Tari Caci. 1. Apa Itu Tarian Caci? Dikutip dari situs Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Manggarai. Caci atau tarian caci adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk (larik) dan perisai (Nggiling). Penari yang bersenjatakan Larik bertindak sebagai penyerang dan lainnya yang bertahan menggunakan Nggiling. Tari ini biasanya d...