Berita || SMAN 1 Poco Ranaka Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan sudah lebih dari 140.000 sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022 – 2023. Salah satu lembaga pendidikan di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Manggarai Timur yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tersebut adalah lembaga pendidikan SMAN 1 Poco Ranaka.
Ferdinandus Fifardin, S.Pd. Selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Poco Ranaka menjelaskan ada dua Kurikulum yang mereka terapkan disekolah tersebut, yaitu Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Penerapan Kurikulum 2013 masih digunakan untuk pembelajaran siswa-siswi kelas 11 dan kelas 12 jejang SMA sedangkan penerapan Kurikulum Merdeka telah dilaksanakan di jenjang kelas 10 atau kelas 1 SMA.
“Terkait dengan Kurikulum yang diterapkan disekolah ini kami menerapkan dua Kurikulum, pertama Kurikulum 2013, itu untuk kelas 11 dan kelas 12. Sedangkan yang kedua adalah Kurikulum Merdeka, itu untuk kelas 10.” Terang kepala sekolah SMAN 1 Poco Ranaka di Mano, Selasa (21/3/2023).
Ia menjelaskan, Kurikulum Merdeka yang mereka terapkan di kelas 10 merupakan Kurikulum jalur mandiri berubah. Meski sekolah tersebut bukan sekolah penggerak namun mereka berinisiatif menerapkan Kurikulum secara mandiri.
“Kurikulum merdeka yang kita terapkan disini adalah Kurikulum Merdeka jalur mandiri berubah. Karena kita bukan sekolah penggerak tetapi kita adalah sekolah yang mengambil inisiatif untuk menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Jadi kelas 10 itu menerapkan Kurikulum Merdeka.” Sambungnya.
Sementara itu, Maria Imakulata Milla. S. Pd. Selaku Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Poco Ranaka menjelaskan tentang implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah SMAN 1 Poco Ranaka ditinjau dari jumlah mata pelajaran.
“Penerapan untuk Kurikulum Merdeka disini saya memberikan contoh yang sedikit berbeda. Misalnya dari segi jumlah mata pelajaran misalnya Matematika dari 4 jam pelajaran, 3 jam pelajarannya itu tatap muka di kelas sedangkan 1 jam pelajaran itu digunakan untuk projek. sehingga kelas 10 sekarang itu untuk tatap muka 4 hari dengan hari Jumat 2 jam pertama itu tatap muka sedangkan setelah jam ke 2 mereka wajib hari Jumat dan hari Sabtu juga, jadi dua hari untuk Kurikulum Merdeka sementara pelaksanaan untuk Kurikulum 2013 seperti biasa masih penuh dari Senin hingga Sabtu.” Terang wakil kepala sekolah tersebut.
Selanjutnya, Ia menjelaskan alasan lembaga pendidikan SMAN 1 Poco Ranaka menggunakan kedua kurikulum sekaligus.
“Kita harus memulai karena sekolah – sekolah lainkan belum. Kami memilih Kurikulum Merdeka karena nanti setelah mereka naik ke kelas 11 Kurikulum 2013 akan berhenti dengan sendirinya tahun depan, jadi Kurikulum Merdeka menjadi kelas 10 dan kelas 11. Dua tahun berikutnya, ketiganya harus diterapkan dan tidak bisa diterapkan sekaligus sementara yang kelas 11 kemarin masih di Kurikulum 2013, kita belum bisa menerapkan Kurikulum Merdeka karena masih di K13. Jadi, sampai mereka menyelesaikan K13, Kurikulum Merdeka baru berlaku tiga tingkatan sehingga ketiga tingkatan ini tidak sekaligus disamaratakan.” Ungkapnya.
Lebih lanjut kepala sekolah menjelaskan secara rinci alasan lembaga pendidikan SMAN 1 Poco Ranaka menerapkan kedua kurikulum sekaligus.
“Kita menerapkan Kurikulum itu sebagai bentuk kita menjawab perubahan. Kurikulum Merdeka itu sudah diterapkan dua tahun yang lalu disekolah penggerak. Setelah itu tahun 2022 itu sudah dibuka jadi tidak hanya sekolah penggerak tetapi sekolah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka jalur mandiri maka dia daftar, sekolah itu didaftar di kementerian lalu kemudian beberapa pemenuhan tagihan yang mereka minta, lalu setelah kita mengisi mereka akan memverifikasi sekolah itu layak menerapkan Kurikulum Merdeka atau tidak. Kebetulan kita mendaftarkan diri tahun 2022 dan kementerian menyetujui dan mengeluarkan SK bahwa sekolah kita adalah salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka secara mandiri berubah itu di Manggarai Timur hanya ada dua sekolah yang menerapkan jalur Kurikulum Merdeka jalur mandiri berubah di SMAN 2 Borong dan SMAN 1 Poco Ranaka, sedangkan 6 sekolahnya itu memang sudah diterapkan kurikulum merdeka satu tahun sebelumnya sebagai sekolah penggerak.” Ungkapnya
Kepala Sekolah berharap dengan menerapkan Kurikulum Merdeka agar lembaga pendidikan SMAN 1 Poco Ranaka bisa melakukan perubahan dan mau belajar lebih cepat.
“Jadi alasan kita adalah kita menyambut perubahan, kita lebih cepat lebih baik kata Jusuf Kalla kenapa itu tidak terjadi kepada kita. Kita menunggu kesempurnaan tidak akan sempurna sesuatu di dunia ini yang sempurna adanya datang dari apa, jadi kesempurnaan itu kita mesti jemput dengan baik dan kita harus memulai. Jadi itu alasannya kenapa kita menerapkan Kurikulum Merdeka supaya kita menjemput perubahan dan yang kedua kita ingin lebih cepat belajar kalau kita tidak terapkan ini maka tidak mungkin belajar Kurikulum Merdeka sehingga lebih cepat lebih baik.” Tambahnya.
Komentar