Dengungan gong dan gendang menandakan dimulainya permainan caci.
Tubuh para penari menggeliat mengikuti pola suara gong dan gendang yang ditabuh oleh para ibu-ibu di podium.
Meski matahari terus terik, namun penonton semakin memadati lapangan Cekalikang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur.
Mata penonton menjadi pusat perhatian para pemain caci. Saputangan terus berputar di atas kepala sementara gerakan pinggul dan sentakan kaki membuat lokasi semakin mencekik.
Untuk mengenal Tari Caci lebih dalam, saya akan menjelaskan secara detail mulai dari Pengertian, Aturan, Busana, dan Fungsi Tari Caci.
1. Apa Itu Tarian Caci?
Dikutip dari situs Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Manggarai.
Caci atau tarian caci adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk (larik) dan perisai (Nggiling). Penari yang bersenjatakan Larik bertindak sebagai penyerang dan lainnya yang bertahan menggunakan Nggiling. Tari ini biasanya dimainkan pada saat syukuran musim panen (Hang Woja) dan upacara adat besar lainnya.
Tarian caci mengandung makna simbolis yang melambangkan kejantanan, keramaian, kemegahan dan sportivitas. “Ca” berarti satu dan “Ci” berarti Uji sehingga bermakna uji satu lawan satu. Disela-sela permainan, para tetua adat baik laki-laki maupun perempuan menari (danding) dengan penuh suka cita sambil berjalan secara teratur membentuk lingkaran. Tarian caci merupakan sebuah kesenian yang mampu menunjukkan nilai-nilai budi pekerti bagi masyarakat Manggarai dan mereka yang menyaksikannya.
2. Aturan Tarian Caci
Tari Caci memiliki aturan bahwa permainan hanya boleh memukul bagian-bagian tertentu dari tubuh lawan. Pemain caci hanya boleh memukul tubuh lawan bagian pinggang ke atas. Sedangkan di bagian bawah ditandai dengan kain yang menjuntai, sebagai tanda tidak boleh dipukul.
Dilansir dari situs Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, seluruh kulit tubuh pemain seperti bagian dada, punggung, lengan termasuk mata menjadi sasaran cambuk pemain lawan.
Pemain dinyatakan kalah, jika pecut yang dipasng kulit kerbau tipis diujungnya mengenai badan terlebih bagian mata.
3. Busana Tarian Caci
Tari caci memiliki busana yang mempesona dan indah, sehingga tak heran jika pria Manggarai yang memakainya terlihat perkasa dan penuh kejantanan.
Jenis pakaian yang digunakan di antaranya: Panggal, Nggorong, Sapu, Kain songke, Tubi rapa dan Ndeki.
4. Fungsi tari Caci
Bagi masyarakat Manggarai NTT, tari atau permainan Caci memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), ada tiga fungsi tarian caci:
1. Fungsi Ritual
Tari Caci sebagai fungsi ritual berupa ungkapan atau simbol komunikasi kepada Yang Maha Kuasa atau Yang di Agungkan.
2. Fungsi Sosial
Tari Caci muncul karena adanya interaksi sosial. Interaksi dan komunikasi yang baik antara anggota masyarakat akan menumbuhkan ikatan yang kuat.
3. Fungsi Estetika
Tari Caci dapat dilihat dari cara berpakaian, lagu atau musik yang dimainkan, serta keindahan berbahasa para pemainnya.
Komentar
Sukses terus abang, kami menantikan kreatifitas selanjutnya..πππͺ
Masukan saya alangkah baiknya dalam proses pengambilan vidio ditambahkan pendapat dari tetua adat setempat karena ini adalah ritus sakral yang dilakukan oleh penduduk setempat dan jelas harus melibatkan penduduk setempat baik dalam naka cama eta lobo batas maupun makna bersama dalam kaeng beoππ