Langsung ke konten utama

Beranilah. Ambil risiko. Tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman. – Paulo Coelho.

Beranilah. Ambil risiko. Tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman. – Paulo Coelho



Awalnya saya agak khawatir karena ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor.

Namun saya termotivasi oleh kutipan kata-kata karya penulis terkenal dari Brazil yaitu Paulo Coelho. Dia mengatakan “Beranilah. Ambil risiko. Tidak ada yang bisa menggantikan pengalaman”. Kira-kira begitu.

Terkadang sebuah perjalanan seringkali memberikan kesan dan pengalaman tersendiri. Sebab, dalam setiap perjalanan tentunya ada pelajaran berharga untuk kita jadikan inspirasi positif sehingga mendapatkan pengalaman berharga.

Perjalanan jauh memberikan suasana petualangan yang menantang, terutama melalui jalur darat, memberikan perasaan yang tidak bisa dilupakan dan penuh petualangan.

Liku jalan ditambah ketika masuk ke hutan, aroma-aroma suasana liar akan makin mengena. Sepanjang jalan ada banyak pemandangan indah dan pohon rindang.

Puji Tuhan sejak perjalanan berlangsung kami tidak menemui kendala apapun karena kondisi jalan di Kabupaten Manggarai Barat sangat baik.

Singkat cerita, akhirnya kami sampai juga di Paroki St Klaus Werang. Kami beristirahat sejenak menata kembali yang sudah rusak. Keringat bercucuran kami kewalahan menghadapi hawa panas Paroki St Klaus Werang.

Namun, rasa lelah kami terbayar lunas karena kami disambut dengan hangat oleh pastor paroki dan seluruh umat di Paroki St. Klaus Werang.

Banyak umat yang menyambut kedatangan kami. Mulai dari pastor paroki, panitia pelaksana dan juga ketua kelompok 12 KBG.

Sebagai tanda syukur dan tanda terimakasih dalam lingkup budaya Manggarai umat di Paroki St Klaus Werang, menyambut kami dengan Kepok Tiba. Sebuah kearifan lokal masyarakat Manggarai yang perlu dijaga sebaik mungkin.

Kita berjumpa duduk bersama, bercerita tentang perjalanan dari kota Ruteng ke Paroki St. Klaus Werang sambil tersenyum merekah diselingi senda gurau. Sebuah kebersamaan yang menyenangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Narasi || Kita Membutuhkan Lebih Banyak Waktu, Tetapi Waktu Tidak Dapat Dipinjam.

Narasi ||  Kita Membutuhkan Lebih Banyak Waktu, Tetapi Waktu Tidak Dapat Dipinjam. Sabtu, 25 Maret 2023. Penarikan Magang 1 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kegiatan penarikan tersebut dilaksanakan secara resmi oleh Dosen Pembimbing Magang (DPM), Bapak Bernardus Tube, M.Pd. Singkat cerita, setelah dua minggu belajar banyak hal bersama para guru dan siswa-siswi di SMA 1 Poco Ranaka, kami dibekali ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat untuk masa depan kami. Hari ini adalah hari terakhir kami bersama keluarga besar SMAN 1 Poco Ranaka. Waktu terlalu singkat bagi kami yang terlanjur terpikat oleh senyum SMANSAPORA yang terpancar dengan segala keindahan dan kenyamanannya yang memanjakan mata bagi yang melihat. Kami sudah menganggapnya sebagai rumah sendiri, tempat berteduh berlomba mencari ilmu, belajar mencari pengalaman dan membangun relasi dengan teman baru. Terimakasih kepad...

Narasi || SMAN 1 POCO RANAKA KEREN

Narasi   ||  SMAN 1  POCO RANAKA KEREN Selasa, 14 Maret 2023. Kami sebagai mahasiswa Magang 1 di berikan kepercayaan oleh guru piket agar masuk di setiap kelas untuk mendata nama – nama siswa/i yang tidak hadir. Di sela – sela kegiatan kami berkesempatan untuk perkenalan diri serta menjelaskan tujuan kedatangan kami disekolah tersebut. Tidak lupa juga kami menanyakan hobi dari setiap siswa/i tersebut. Puji Tuhan ternyata banyak siswa/i yang mempunyai bakat dan mereka siap untuk tampil di depan teman - temannya.  Tujuan dari kegiatan tersebut dilakukan adalah agar siswa mengenali dirinya sendiri. Terkadang masih banyak siswa sekolah menengah yang bahkan tidak tahu tentang bakat yang mereka miliki. Maka dari itu dengan adanya tes pengembangan bakat siswa ini sangat penting dilaksanakan agar siswa paham akan hobi dan hal yang bisa membuat mereka tertarik. Karena semua manusia terlahir dengan bakatnya masing-masing. Oleh karena itu kami berusaha m...

Film Dokumenter, Mengenal Tarian Caci Budaya Masyarakat Manggarai, Flores, NTT.

Dengungan gong dan gendang menandakan dimulainya permainan caci. Tubuh para penari menggeliat mengikuti pola suara gong dan gendang yang ditabuh oleh para ibu-ibu di podium. Meski matahari terus terik, namun penonton semakin memadati lapangan Cekalikang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur. Mata penonton menjadi pusat perhatian para pemain caci. Saputangan terus berputar di atas kepala sementara gerakan pinggul dan sentakan kaki membuat lokasi semakin mencekik. Untuk mengenal Tari Caci lebih dalam, saya akan menjelaskan secara detail mulai dari Pengertian, Aturan, Busana, dan Fungsi Tari Caci. 1. Apa Itu Tarian Caci? Dikutip dari situs Dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Manggarai. Caci atau tarian caci adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk (larik) dan perisai (Nggiling). Penari yang bersenjatakan Larik bertindak sebagai penyerang dan lainnya yang bertahan menggunakan Nggiling. Tari ini biasanya d...