Langsung ke konten utama

Postingan

PENGECUT

PENGECUT Pengecut belaka atribut wajah kusut hutang berbuntut-buntut lekas bangkrut Pengecut bermulut besar muka keriput jantung kukuh berdenyut-denyut serta bersungut-sungut. Agustus 2022.

MALAM DAN PEREMPUAN

MALAM DAN PEREMPUAN Malam kelam malam duduk diatas ranjang sandang membalut tubuhmu sayang cahaya kurang terang benderang mungkin butuh dekapan seseorang Perempuan mimik wajah muram perhatian telapak tangan menutupi sebagian samar mengoyak indra penglihatan niscaya akan kehangatan pelukan. Ruteng, 31 Agustus 2022.

RINDU

RINDU  Rindu belaian lembut tanganmu dekapanmu merengkuh seluruh tubuh sejenak kita berteduh Rindu kelopak matanya mesra-mesranya menikmati cakrawala sembari melafalkan aksara Rindu bibir mungilmu kecupmu mengundang seribu rindu kurun di ambang pilu Cekalikang, 30 Agustus 2022

CERPEN || SURAT PERJANJIAN

Oleh: Antonius Rivin Dangkar

PULANG

PULANG Aku ingin  Pulang pada kenangan Dia memberiku ketenangan Di tempat ternyaman Saat dilanda kesepian. Aku ingin Pulang pada kesetiaan Dia memberiku kesempatan Di tempat kepulangan Saat dilanda keraguan. Cekalikang, 11 Juli 2022.

PUISI || AKU, KAMU, DAN HUJAN.

AKU, KAMU, DAN HUJAN. Aku.. Aku mengenalmu tanpa sengaja dan mencintaimu secara tiba-tiba. Hingga aku terjatuh tanpa raga, karena kecantikanmu yang begitu sempurna. Aku, seperti menginjak bumi pertama kali saat melihat parasmu Rambut yang indah, Mata yang mempesona, Bibir yang manis, Sebuah kesan yang menggoda darimu. Kamu.. Kamu menerimaku apa adanya dan Mencintaiku dengan sederhana. Dengan perasaan cinta yang sebenarnya Kamu dan aku hidup bahagia bersama. Hujan.. Rintikan hujan membasahi bajuku Ku tatap langit yang semendung kalbu Suda sekian lama kita terpatri dalam nyanyian sunyi bersenandung rindu Saat jauh terbelenggu antara jarak dan waktu Hanya serpihan anggan dan merindukanmu ialah hal sederhana yang bisa kulakukan. Ruteng, 11 Oktober 2021.

MALAM YANG SEPI

Oleh :Rivin Dangkar "Malam yang sepi" Indahnya rembulan menerangi malam ini Tak mampu menghibur hati yang sunyi Terjebak dalam sebuah imajinasi Terkurung oleh nikmatnya ekspektasi Meskipun terus bermimpi untuk kudapati Menilai dengan penuh sadar diri Walau bumi tak merestui Akukan terus berlari Sampai Napas ini mengerti Cekalikang 11/01/2021.