Langsung ke konten utama

Postingan

Perayaan memperingati HUT PGRI ke-78: Kolaborasi Sekolah dalam Mewujudkan Semangat Olahraga dan Solidaritas

Perayaan memperingati HUT PGRI ke-78: Kolaborasi Sekolah dalam Mewujudkan Semangat Olahraga dan Solidaritas. Turnamen Bola Voli Putri. Guru SMAN 1 vs Siswi SMKN 1 Poco Ranaka. Dalam rangka HUT PGRI ke-78, lembaga pendidikan SMAN 1, SMAN 5 dan SMKN 1 Poco Ranaka berkolaborasi menyelenggarakan pertandingan olahraga untuk memeriahkan acara perayaan HUT PGRI ke-78. (Rabu, 22/11/23) Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat persatuan dan kerja sama antar siswa serta mengapresiasi peran guru dalam mengembangkan potensi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Poco Ranaka, berbagai kegiatan olah raga seperti turnamen bola voli putra dan voli putri dilaksanakan dengan semangat bersaing yang sehat. Guru dan siswa dari berbagai sekolah menunjukkan kepiawaian dan semangatnya dalam setiap pertandingan sehingga menciptakan suasana kompetisi yang membanggakan. Perayaan HUT PGRI tersebut tidak hanya menyuguhkan pertandingan olahraga, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung, ...

Pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Poco Ranaka: Suara Demokrasi Pelajar Berkumandang

Pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 1 Poco Ranaka: Suara Demokrasi Pelajar Berkumandang SMA Negeri 1 Poco Ranaka, 04 November 2023 – Hari ini, para siswa SMA Negeri 1 Poco Ranaka berkumpul dengan semangat di lapangan untuk memilih Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang akan memimpin mereka selama satu tahun ke depan. Tempat pemilihan ketua OSIS dilaksanakan di ruang kelas yang terbagi menjadi tiga TPS 01 – TPS 03. Pemilihan OSIS tahun ini diadakan sebagai bagian dari tradisi demokrasi di sekolah ini, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih pemimpin mereka sendiri. Pemilihan Ketua OSIS tahun ini melibatkan empat kandidat yang berpotensi, yakni Elisa Jantar, Magdalena Putri, Sisilia Jijung dan Aldianus Jematu. Keempat kandidat ini telah mengajukan visi dan misi mereka dalam pidato dan materi kampanye yang mereka bagikan kepada seluruh siswa selama kampanye pemilihan. Masing-masing dari mereka memiliki pandangan yang unik tentang bagaimana me...

KOTA VIRTUAL

KOTA VIRTUAL  Di bawah kilatan layar sentuhan, Kota virtual tumbuh tak berhenti, Tak ada gedung, tak ada jalan, Hanya kode-kode yang melenting. Kita bermain dengan karakter palsu, Kehidupan digital yang meresap dalam darah, Pengikut dan like, kita selalu haus, Meski wajah nyata semakin jauh. Dunia nyata terlihat begitu kusam, Kita tenggelam dalam alam semu, Mencari makna dalam bit dan byte, Terkadang aku merasa begitu kehilangan. Di kota virtual ini, kita menari, Bersama avatar, kita melupakan dunia nyata, Namun, pertanyaan masih tetap menghantui, Apakah ini yang kita cari atau hanya ilusi semata?

MENDUNG

MENDUNG Di bawah langit mendung, hujan turun perlahan Menyapa bumi dengan gemuruh lembut dan nyaman Tetes-tetes hujan seperti pelukan dari langit Mengalir pelan memberikan ketenangan dalam hati Mendung yang gelap melingkupi alam ini Seakan alam sedang tidur dalam keheningan sejati Pohon-pohon bergoyang, daun-daun pun basah Menghadirkan keindahan dalam nuansa hujan yang basah Di setiap tetes hujan, tersembunyi cerita Tentang kehidupan yang terus berjalan, tak terhentikan Mengingatkan kita bahwa dalam segala kegelapan Ada kecantikan yang tersembunyi, dibalik mendung yang kelam Hujan yang membasahi bumi dengan lembut Menyirami kehidupan, memberi kehidupan yang subur Mendung dan hujan adalah bagian dari perjalanan Mengajarkan kita tentang kesabaran dan kekuatan.

PULANG

PULANG Pulang adalah kembali ke tempat yang kita cintai  Ke rumah yang menjadi tempat berlindung  Tempat di mana kita merasa aman Pulang adalah reuni dengan keluarga tercinta  Dalam dekapan hangat mereka yang selalu merindu  Senyuman mereka adalah pelipur lara Pulang adalah berbagi cerita dan kenangan  Mengenang masa lalu, tertawa, dan bercengkrama  Membuat hubungan semakin erat Pulang juga bisa menjadi pengingat  Akan perjalanan hidup yang telah kita jalani  Dan tujuan yang ingin kita capai Pulang, dalam puisi ini, menjadi sebuah simbol  Tentang kembali ke akar-akar kita  Mengenang dan menghargai asal-usul kita Pulang adalah perjalanan yang penuh arti  Menghubungkan kita dengan masa lalu dan masa depan  Mengingatkan kita akan pentingnya rumah dan keluarga Pulang adalah bagian dari kita  Sebuah ikatan yang tak pernah putus  Pulang, sebuah kata yang selalu kita rindukan.

Saripati Cinta yang Terlupakan

Bulan purnama menerangi malam, menciptakan bayangan menari di permukaan danau yang tenang. Suasana tenang di tempat ini hampir tak terganggu, kecuali oleh suara desiran angin lembut yang membawa aroma bunga-bunga liar yang tumbuh di tepi danau. Di tempat ini, berdiri dua orang yang duduk di bawah pohon tua yang rimbun. Mereka duduk berdampingan, tetapi sepertinya ada jurang besar yang memisahkan mereka. Sarah, dengan mata yang memandang kejauhan, memainkan ujung jari tangannya di atas rerumputan yang tumbuh liar. Ia tidak mengatakan apa-apa, tetapi tatapannya penuh dengan kerinduan yang terdalam. Sementara itu, Michael, yang duduk di sampingnya, memandangnya dengan ekspresi campuran antara keraguan dan penyesalan. Mereka dulu adalah sepasang kekasih yang begitu mencintai satu sama lain. Sarah dan Michael menghabiskan waktu bersama-sama, berbagi tawa, cerita, dan mimpi mereka. Namun, seperti yang sering terjadi dalam cerita cinta, waktu dan keadaan membawa mereka pada jalan yang ber...

Skenario Skripsi Mahasiswa Bodoh

Di suatu kampus kecil yang indah, ada seorang mahasiswa yang sering dianggap sebagai "mahasiswa bodoh" oleh teman-temannya. Nama mahasiswa tersebut adalah Mark, dan ia adalah seorang mahasiswa semester akhir di jurusan Sastra. Mark selalu menempati peringkat terbawah dalam setiap ujian, dan ia sering melupakan tenggat waktu untuk tugas-tugasnya. Pagi itu, Mark duduk di perpustakaan kampus, mencoba memikirkan topik skripsi yang harus ia ajukan. Semua teman-temannya telah memilih topik yang menarik dan mendalam, sementara Mark masih belum memiliki ide yang jelas. Ia melihat berbagai buku dan jurnal yang menumpuk di meja, tetapi semuanya tampak begitu rumit baginya. Dalam beberapa minggu terakhir, Mark mencoba meminta bantuan kepada teman-temannya, tetapi sebagian besar dari mereka hanya menjawab dengan gelengan kepala dan berkomentar bahwa Mark "terlalu bodoh untuk menyelesaikan skripsi." Mark merasa terluka dan tidak dihargai, tetapi dia merasa tidak bisa menyerah be...